Suhu Tepat, Hunian Nyaman

Bagaimana Caranya Buat Hunian Nyaman dengan Suhu yang Tepat?

 

Tatanan ruang boleh indah dengan berbagai furnitur dan ornamen cantik yang tidak murah. Namun, jika suhu terasa panas, hal tersebut tentu membuat tidak betah untuk berlama-lama. Melakukan kegiatan apapun menjadi serba salah. Banyak beraktivitas membuat gerah, sementara ingin beristirahat juga terasa tak nyaman.

Padahal, rumah merupakan tempat bernaung untuk melepas lelah, berkumpul bersama keluarga dan sanctuary personal. Kenyamanan yang bisa dirasakan dari tempat berhuni pun bisa melahirkan berbagai ide inspiratif untuk berkarya dan mengembangkan diri. Berhuni di lokasi yang masih sejuk atau berada di ketinggian, tentu menjadi keistimewaan tersendiri. Namun, bagaimana jika berada di tengah kota yang padat? Udara lingkungan sudah tercemar, aliran angin pun kerap terhambat bangunan tinggi.

Siasat Cermat Mendinginkan Ruangan

Desain arsitektur rumah memegang peranan penting untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik. Rumah yang mungil sekalipun sebaiknya memiliki banyak bukaan jendela agar terjadi aliran udara yang baik. Namun, sebaiknya hindari membuat bukaan yang menghadap langsung ke arah datangnya sinar matahari seperti di barat dan timur. Jika tak bisa dihindari, siasati dengan menggunakan penghalang seperti tirai, kanopi dan tanaman agar sinar matahari tidak langsung menerobos masuk ke dalam rumah. Akan lebih baik jika bukaan jendela dan pintu sesuai dengan arah aliran angin untuk memaksimalkan hawa dalam ruang tetap adem.

Desain ruangan dengan langit-langit tinggi juga menjadi solusi efektif untuk membuat ruangan tidak pengap dan udara mengalir lancar. Penataan barang yang tidak terlalu penuh dalam ruang sedikit banyak turut menentukan hawa ruangan. Kini, bagi warga urban, penyejuk udara (AC) menjadi solusi utama. Terlebih di tiga ruang utama di rumah, yakni kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan living room (ruang keluarga).

Gunakan AC Sesuai Kebutuhan

Setiap ruangan bisa menggunakan jenis AC yang berbeda, sesuai kebutuhan. Di kamar tidur, misalnya, memilih AC yang memiliki fitur mengatur suhu ruangan secara otomatis agar kualitas tidur tidak terganggu oleh suhu yang terlalu panas atau dingin. Sementara itu, ruang keluarga yang biasa menjadi pusat aktivitas seluruh keluarga membutuhkan AC yang mampu mendinginkan dengan cepat. Dalam hal ini, menyesuaikan kapasitas AC dengan luas ruangan tidak bisa ditawar agar fungsi penyejuk udara itu berjalan maksimal. Kapasitas AC yang terlalu kecil atau besar dalam sebuah ruangan dapat menjadi penyebab pemborosan konsumsi listrik.

Suhu-AC-Tepat-Hunian-Nyaman-www.hargaac.co.id

Perangkat elektronik ini memang dirancang lebih personal. Kedudukannya pun berubah. Jika dulu AC masih dianggap sebagai barang mewah, kini telah menjelma menjadi kebutuhan bagi warga kelas menengah dengan beragam tipe dan teknologi. Dulu, tidak terlalu banyak pertimbangan yang dilakukan calon konsumen, yang penting bisa mendinginkan, harga terjangkau, efisien, dan tahan lama. Namun, kini, perangkat AC yang memiliki teknologi hemat energi dengan fitur tambahan sebagai added value (nilai tambah) kini menjadi pertimbangan utama sebelum membeli. Apalagi saat ini sudah banyak toko AC yang jual AC split untuk rumah dengan harga yang terjangkau.

Perkembangan pasar beberapa tahun terakhir pun menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang lebih menyasar AC yang memiliki fitur kesehatan dan hemat energi. Fitur kesehatan antara lain dikembangkan dengan menggunakan filter yang mampu menyaring debu dan kuman dengan maksimal.

Baca Juga : Gunakan AC Ini Agar Udara Sejuk Tanpa Boros

Sementara itu, teknologi hemat energi terus berkembang untuk memberi kenyamanan maksimal bagi pengguna. Bukan sekedar menciptakan AC dengan konsumsi listrik rendah, teknologi hemat energi yang dibenamkan pada AC menitikberatkan pada proses kerja AC yang bekerja dengan lebih efektif. Teknologi hemat energi mampu mendinginkan ruangan dengan lebih cepat, tanpa harus mengonsumsi listrik secara berlebihan. Menyalakan lebih dari satu AC dalam waktu bersamaan pun kian dimungkinkan. Sehingga hunian nyaman dengan suhu yang tepat dapat diwujudkan.

Udara Sejuk Tanpa Boros, Gunakan AC Ini

Gunakan AC Tipe Ini Agar Listrik Tidak Boros

 

Bermukim di kota besar dengan impitan gedung tinggi dan padat menjadikan udara segar dan sejuk merupakan keistimewaan tersendiri. Cara termudah untuk menyiasatinya adalah menggunakan penyejuk udara. Namun, dengan pemakaian rata-rata 8-10 jam per hari, penyejuk udara (AC) kerap dituding sebagai penyebab membengkaknya tagihan listrik di akhir bulan atau boros listrik.

Diakui, AC merupakan salah satu komponen konsumsi listrik terbesar dalam sebulan. Namun, tuntutan pasar tak menyurutkan penetrasi AC di negeri ini. Pendinginan cepat dan hemat energi. Hal inilah yang menjadi pilihan utama ketika memilah ragam tipe AC.

Solusi Efektif

Biasanya, Air Conditioner hemat energi identik dengan low watt. Persoalannya, AC dengan daya rendah ini membutuhkan proses pendinginan yang lebih lama. Namun, jika Anda cocok dengan hal tersebut maka dapat dipilih AC split tipe low watt. Selain low watt, ada juga tipe inverter yang bisa menjadikan tagihan listrik lebih hemat, asalkan pemakaian secara terus menerus selama 8-10 jam tanpa dimatikan karena inverter lebih murah tagihan listriknya jika selalu dinyalakan.

Udara Sejuk Tanpa Boros, Pakai AC Ini

Selain tipe low watt dan inverter, sesuaikan juga dengan ukuran kamar dan ukuran pk. Ukuran kamar yang lebih kecil biasanya membutuhkan ukuran pk yang lebih kecil juga. Jangan salah memilih ukuran pk agar tidak boros dalam tagihan listrik. Biasanya ukuran pk AC mulai dari 1/2 pk sampai 3 pk untuk AC tipe split baik low watt dan inverter.

Pilih AC Terbaik

Saat ini terdapat 2 brand AC yang terbaik di Indonesia yaitu Panasonic dan Daikin. Kedua brand AC tersebut menawarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu keunggulan dan kekurangan dari masing-masing brand AC tersebut sehingga Anda dapat memilih AC yang tepat untuk kebutuhan penyejuk udara dalam rumah Anda.

Baca Juga : Mengapa AC Panasonic Ramah Lingkungan? Ini Alasannya

Selain itu, faktor lainnya dalam menentukan pilihan adalah sesuaikan dengan budget Anda, apakah mau membeli yang lebih mahal ataupun yang lebih murah. PT. Haka Polar Indonesia sebagai salah satu distributor AC Panasonic dan AC Daikin di Tangerang dapat memberikan solusi untuk kebutuhan AC / Penyejuk udara dalam rumah Anda, kami juga melayani jasa pasang AC.

 

*Referensi : Kompas utopialiving edisi cetak pada tanggal 23 Desember 2015

Mengapa AC Panasonic Ramah Lingkungan?

Jadikan Dunia Lebih Baik dengan Perangkat AC Panasonic yang Ramah Lingkungan

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menekankan bahaya pemanasan global. Perubahan cuaca ekstrem merupakan salah satunya. Penggunaan hydro chloro fluoro carbon (HCFC) yang terdapat di pendingin udara merupakan salah satu penyebabnya. Senyawa ini memiliki efek menipiskan ozon sehingga menimbulkan pemanasan global.

AC Panasonic Ramah Lingkungan
AC Panasonic Ramah Lingkungan

Melihat berbahayanya senyawa itu, para produsen AC pun mulai memperhatikan hal tersebut. Panasonic salah satunya. Perusahaan asal Jepang ini memproduksi AC generasi terbaru yang ramah lingkungan dengan tidak lagi menggunakan senyawa HCFC yang merusak ozon. Panasonic menegaskan komitmennya untuk menciptakan kehidupan dunia menjadi lebih baik. Jadi, mereka tidak lagi memproduksi AC hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga merawat lingkungan.

AC Panasonic Ramah Lingkungan

Slogan “A Better Life, A Better World” yang diusung membuat Panasonic terus berinovasi menciptakan produk yang canggih dan berkualitas. Salah satunya dengan merilis AC iAuto-X. Teknologi terbaru Panasonic ini diklaim mampu mendinginkan ruangan hingga 35 persen lebih cepat. Selain itu, AC ini dilengkapi teknologi Aerowings yang memberikan efek shower cooling untuk menghindari aliran udara dingin secara langsung untuk memastikan pendinginan udara lebih merata.

Panasonic juga menyematkan teknologi nanoe-G untuk membersihkan udara di lingkungan rumah. Jadi, setiap bakteri dan jamur serta bau yang tidak sedap di udara dan di permukaan bisa hilang dan udara jadi lebih sehat. Teknologi untuk kesehatan ini juga dilengkapi in-filter deactivation yang ampuh melumpuhkan 99 persen bakteri dan virus yang terperangkap di filter.

Baca Juga : Tips Hemat Listrik Saat Pakai AC

Selain hal tersebut diatas, Panasonic juga memiliki kepedulian terhadap energi. Pada AC ini, kombinasi teknologi Econavi plus inverter membuat perangkat bisa lebih hemat energi 65 persen karena mampu memantau lokasi, gerakan, populasi manusia, dan intensitas cahaya. Panasonic menyediakan iAuto-X dalam beragam kapasitas, yaitu 1 PK, 1,5 PK, 2 PK dan 2,5 PK. Dapatkan teknologi AC yang bermanfaat untuk kesehatan dan yang ramah terhadap lingkungan kita.

Tertarik untuk membeli AC Panasonic terbaru? Klik halaman ini untuk info harga terbaru dari HK.

 

*Referensi : Kompas Klasika edisi cetak pada tanggal 23 Desember 2015

Cara Menghemat Listrik Saat Pemakaian AC

Kurangi Tagihan Listrik Bulanan dengan Cara Menghemat Listrik Saat Menggunakan AC

 

Pendingin ruangan / air conditioner / AC sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia terutama di perkotaan karena semakin panasnya suhu udara di negara khatulistiwa ini. Namun terkadang pemakaian AC yang tidak disertai pengetahuan cara pemakaian yang tepat maka akan menambah biaya listrik bulanan. Oleh karena itu, perhatikan tips cara menghemat listrik saat pemakaian AC di bawah ini agar tagihan listrik setiap bulan bisa lebih hemat dan tidak boros.

Tips Menghemat Listrik Pemakaian AC

Tips Menghemat Listrik Pemakaian AC

 

Menghemat listrik itu penting, selain untuk mengurangi biaya listrik juga untuk mengurangi pemakaian listrik yang boros sehingga PLN dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia menjadi lebih optimal. Beberapa cara menghemat listrik saat pemakaian AC, diantaranya :

Rutin lakukan perawatan unit AC. Sebaiknya setiap 3 bulan sekali lakukan perawatan agar mesin AC tetap optimal dan tidak memakan listrik banyak.

Set waktu (timer) beroperasinya AC. Hal tersebut untuk mengurangi pemakaian AC karena ada kondisi tertentu AC harus dimatikan, misalkan saat tidur. AC tidak harus semalaman terus menyala.

Matikan AC saat tidak digunakan. Ini penting sekali karena saat Anda pergi dari ruangan untuk waktu yang lama, maka sia-sia pendinginan yanag dilakukan oleh AC, karena tidak ada orang di dalamnya.

Aturlah suhu pada AC dengan thermostat. Atur suhu sesuai dengan kenyamanan Anda, untuk aktifitas sehari-hari sebaiknya set suhu pada 25°C atau bisa juga atur suhu 3-5°C lebih kecil daripada suhu di luar ruangan.

Baca Juga : Perbedaan AC Tipe Low Watt dan Inverter

Tutup jendela dengan tirai. Jendela yang terkena sinar matahari langsung sebaiknya ditutup dengan tirai saat menyalakan AC karena hal tersebut dapat menghemat pemakaian listrik untuk mendinginkan ruangan.

Usahakan cat interior rumah berwarna terang, jangan gelap. Mengapa? Karena warna gelap itu menyerap panas lebih banyak daripada warna yang lebih terang. Semakin panas maka semakin lama AC mendinginkan ruangan tersebut sehingga pemakaian listrik pun semakin banyak.

Gunakan ventilasi yang dapat dibuka tutup, sehingga ketika AC menyala maka dapat secepatnya mendinginkan ruangan karena tidak ada lubang udara yang terbuka lebar.

Sesuaikan tipe dan ukuran pk AC. Penting untuk mengetahui tipe AC dan ukuran pk AC yang tepat untuk digunakan pada ruangan yang akan dipasangi AC.

 

Semoga dengan adanya beberapa tips menghemat listrik saat pemakaian AC tersebut dapat memberikan manfaat yaitu berkurangnya tagihan listrik setiap bulan.

Perbedaan AC Tipe Low Watt dan Inverter

AC Tipe Low Watt dan Inverter, Mana Lebih Baik?

 

Air Conditioner (AC) / Pendingin ruangan sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang menginginkan kesejukan dalam ruangan ketika udara panas di luar ruangan. Apalagi di Indonesia yang memang termasuk negara tropis.

Saat ini, perkembangan teknologi AC semakin berkembang sehingga melahirkan berbagai teknologi baru dan memunculkan berbagai tipe AC yang baru, diantaranya yaitu tipe AC Low Watt dan tipe AC Inverter. Apa saja perbedaannya dan mana yang lebih baik? Simak ulasannya di bawah ini.

Perbedaan AC Tipe Low Watt dan Inverter

 

AC low watt merupakan AC yang memilliki daya listrik lebih kecil daripada AC yang konvensional. Mengapa lebih rendah? Karena kerja compressor dikurangi atau menggunakan kompresor yang lebih kecil. Kelebihan AC low watt ini yaitu penggunaan listrik lebih hemat dengan catatan memberikan perlakuan yang tepat, diantaranya usahakan instalasi pipa AC tidak lebih dari 10 meter dan ketinggian antara unit indoor dan outdoor tidak lebih dari 3 meter selisihnya. Listrik lebih hemat juga karena laju pendinginan yang lebih lambat dari AC standar.  Bila dibandingkan dengan AC inverter, harga AC low watt termasuk lebih murah. Jika AC diperuntukkan untuk dinyala-matikan sebentar maka AC ini lebih hemat listrik daripada AC inverter. Adapun kekurangan AC low watt bila dibandingkan dengan AC inverter yaitu lamanya suhu yang dinginkan tercapai lebih lama, outdoornya lebih berisik, teknologinya tidak selengkap AC tipe inverter.

Perbedaan AC Tipe Low Watt dan Inverter

AC inverter memiliki teknologi yang sudah lebih maju bila dibandingkan dengan AC tipe low watt karena tipe tersebut dapat mengatur sistem kerja kompresor sesuai dengan kebutuhan. Sistem kerjanya yaitu jika sensor suhu mendeteksi bahwa ruangan sudah dingin, maka sensor tersebut akan mengatur listriknya agar si kompresor dapat bekerja lebih lambat daripada saat suhu ruangan belum dingin. Hal ini akan menghemat lebih banyak listrik. Kelebihan AC inverter ini yaitu lebih hemat listrik daripada AC low watt jika penggunaannya terus menerus. Lebih cepat mendinginkan ruangan.  Sedangkan kekurangan AC inverter ini yaitu harganya lebih mahal daripada AC low watt. Biaya perawatan, freon, sparepart lebih mahal.

Perbedaan AC tipe low watt dan AC tipe inverter tersebut bisa jadi referensi untuk Anda yang ingin memasang AC dalam ruangan sesuai kebutuhan dan pemakaian. Jadi, sebenarnya tidak ada yang lebih baik diantaranya keduanya karena 2 tipe tersebut memiliki peruntukan yang berbeda sesuai pemakaian konsumen. Belilah AC dengan tipe yang tepat sesuai kebutuhan dan budget Anda.