Saat memilih AC, banyak orang sering bingung antara memilih tipe Daikin Inverter vs Standard (Non-Inverter). Kedua jenis AC ini memiliki kelebihan masing-masing, tetapi jika tujuan utama adalah hemat listrik, maka ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum kamu beli AC.
Artikel ini akan membandingkan AC Daikin Inverter dan Standard dari sisi konsumsi daya, performa, hingga biaya operasional jangka panjang.
Perbedaan Dasar AC Daikin Inverter dan Standard
AC Daikin Standard (Non-Inverter)
Kompresor bekerja on-off sesuai kebutuhan suhu.
Konsumsi listrik lebih tinggi karena lonjakan daya saat kompresor menyala kembali.
Harga lebih terjangkau.
Cocok untuk penggunaan tidak terlalu lama (misalnya hanya 3–4 jam per hari).
AC Daikin Inverter
Kompresor bekerja stabil menyesuaikan suhu ruangan.
Lebih hemat listrik karena tidak ada lonjakan daya.
Suhu lebih konsisten dan nyaman.
Harga AC sedikit lebih mahal dibandingkan tipe standard.
Cocok untuk penggunaan jangka panjang (misalnya lebih dari 6 jam per hari).
Perbandingan Konsumsi Listrik & Harga
Berikut simulasi perbandingan konsumsi listrik dan estimasi harga beberapa tipe AC Daikin 1 PK:
| Model | Jenis | Konsumsi Daya | Estimasi Harga |
|---|---|---|---|
| Standard Thailand | Non-Inverter | ± 390 Watt | Rp 3.200.000 – 3.600.000 |
| Smile Series | Inverter | ± 280 Watt | Rp 4.200.000 – 4.700.000 |
| Premium Inverter | Inverter | ± 260 Watt | Rp 4.800.000 – 5.300.000 |
Dari tabel di atas terlihat bahwa AC Inverter memang lebih hemat listrik dibandingkan tipe Standard, meski harga awalnya lebih tinggi.
Mana yang Lebih Hemat dalam Jangka Panjang?
Jika penggunaan AC hanya sebentar (≤4 jam/hari):
Tipe Standard bisa lebih ekonomis karena investasi awal lebih rendah.Jika penggunaan AC lama (≥6 jam/hari):
Tipe Inverter jauh lebih hemat karena penghematan listrik bulanan bisa menutup selisih harga pembelian dalam beberapa tahun.
Contoh perhitungan:
AC Standard: 390 Watt × 8 jam = 3,12 kWh per hari.
AC Inverter: 260 Watt × 8 jam = 2,08 kWh per hari.
Selisih: 1,04 kWh per hari → sekitar Rp 450.000 – Rp 600.000 per tahun penghematan listrik.
Jika dilihat dari sisi harga awal, AC Daikin Standard memang lebih murah. Namun, jika bicara efisiensi jangka panjang, AC Daikin Inverter lebih unggul karena konsumsi listriknya jauh lebih rendah dan memberikan kenyamanan suhu yang stabil. Dalam Perawatan pun AC Daikin Inverter terbilang jauh lebih murah karena memiliki daya tahan mesin yang lebih lama dari AC Daikin Standard. Balik lagi ke pilihan kamu antara AC Daikin Inverter vs Standard mana yang cocok untuk budget kamu.
Masih bingung memilih AC Daikin Inverter atau Standard?
Klik tombol WhatsApp di kanan bawah untuk konsultasi langsung dengan tim kami.